Layanan Cara Kerja Testimoni FAQ Tentang Artikel WhatsApp
Konsultasi Gratis
✅ Cara & Tips Panduan Redaksi

10 Tips Agar Press Release Diterima dan Diterbitkan Media Nasional

Redaksi media menerima ratusan press release setiap hari — dan sebagian besar langsung dibuang. Pelajari 10 tips dari praktisi PR yang tahu persis apa yang membuat redaksi memilih menerbitkan press release Anda.

💡 Ringkasan Cepat

Press release diterima media jika memiliki nilai berita nyata, ditulis seperti berita (bukan iklan), judul kuat, lead yang langsung ke inti, dan distribusi ke media yang relevan. Ikuti 10 tips berikut untuk meningkatkan peluang tayang secara dramatis.

Fakta: Mengapa Sebagian Besar Press Release Ditolak?

Berdasarkan pengalaman kami mengelola ribuan press release dan berinteraksi langsung dengan redaksi berbagai media nasional, inilah fakta mengejutkan yang perlu Anda ketahui:

78%
press release ditolak karena terlalu promosional
15 detik
rata-rata waktu redaksi membaca judul & lead
400–600
kata ideal yang paling sering diterima redaksi

Tiga penyebab utama press release ditolak: terlalu promosional, tidak ada nilai berita, dan format yang tidak sesuai standar jurnalistik. Semua bisa diatasi jika Anda mengikuti tips berikut ini.

10 Tips Agar Press Release Diterima Media Nasional

1
Tulis Seperti Berita, Bukan Iklan
Prinsip paling fundamental dalam penulisan press release

Ini adalah tip paling penting — dan yang paling sering dilanggar. Press release harus ditulis dalam gaya jurnalistik yang objektif, berbasis fakta, dan informatif. Bukan gaya pemasaran yang penuh kata sifat berlebihan seperti "terbaik", "revolusioner", atau "mengubah industri".

Bayangkan Anda adalah jurnalis yang meliput berita tentang bisnis Anda. Apa yang akan Anda tulis? Itulah press release yang baik.

❌ Contoh buruk

"Kami dengan bangga mempersembahkan produk revolusioner terbaik di kelasnya yang pasti akan mengubah cara Anda bekerja selamanya..."

✅ Contoh baik

"PT Teknologi Maju hari ini meluncurkan aplikasi manajemen proyek berbasis AI yang memungkinkan tim remote bekerja 40% lebih efisien berdasarkan uji coba terhadap 500 pengguna beta..."

🎯 Dampak: Mengurangi risiko penolakan hingga 70%
2
Pastikan Ada Nilai Berita yang Jelas
Tanya diri: "Mengapa pembaca media ini perlu tahu ini?"

Setiap press release harus menjawab satu pertanyaan kritis: "Mengapa informasi ini penting bagi pembaca media tersebut?" Jika Anda tidak bisa menjawabnya dalam satu kalimat, press release Anda belum siap dikirim.

Nilai berita yang kuat mencakup: kebaruan (baru terjadi), dampak (mempengaruhi banyak orang), kedekatan (relevan dengan lokasi pembaca), konflik atau kontroversi yang diselesaikan, atau tokoh terkenal yang terlibat.

📰 Uji nilai berita sebelum menulis
3
Buat Judul yang Langsung ke Inti dalam 10 Kata
Redaksi memutuskan dalam 3 detik dari judul saja

Judul press release yang efektif mengandung: subjek yang jelas + tindakan/pencapaian + konteks. Hindari judul yang terlalu puitis, ambigu, atau membutuhkan penjelasan lebih lanjut untuk dipahami.

Gunakan kata kerja aktif yang kuat: "Meluncurkan", "Meraih", "Bermitra", "Mencapai", "Mengumumkan". Hindari kata kerja pasif atau frasa pembuka yang membuang kata.

❌ Terlalu panjang dan tidak fokus

"Sebuah Langkah Baru Menuju Masa Depan yang Lebih Cerah: Perusahaan Kami Hadir dengan Inovasi Terdepan"

✅ Langsung, jelas, informatif

"Tokopedia dan StartupABC Bermitra Hadirkan Layanan Pengiriman Same-Day untuk UMKM Jakarta"

⚡ Judul yang kuat = 3x lebih sering dibaca tuntas
4
Lead Paragraph Harus Menjawab 5W+1H
Semua fakta terpenting dalam 2–3 kalimat pertama

Lead paragraph adalah yang paling menentukan. Jika redaksi hanya membaca satu paragraf, pastikan mereka mendapat gambaran utuh dari isi press release. Jawab Who (siapa), What (apa), When (kapan), Where (di mana), Why (mengapa), How (bagaimana) dalam 50–80 kata pertama.

Teknik ini juga memudahkan AI search engine memahami dan mengindeks konten Anda — menjadikan press release lebih mudah ditemukan di Google dan disebut oleh AI seperti Perplexity.

🔍 Lead yang kuat = SEO lebih baik
5
Sertakan Data dan Angka yang Spesifik
Angka konkret adalah pembeda antara klaim dan fakta

Press release dengan data spesifik selalu lebih dipercaya dan lebih sering diterbitkan. "Meningkat 43% dalam 3 bulan" jauh lebih kuat dari "meningkat signifikan". Data memberi konteks, meningkatkan kredibilitas, dan memberikan "kait berita" yang jelas bagi jurnalis.

Jika belum memiliki data internal, referensikan data dari sumber terpercaya (BPS, Bank Indonesia, laporan industri) yang relevan dengan konteks bisnis Anda.

📊 Data konkret = 2x lebih sering dikutip jurnalis
6
Tambahkan Kutipan Narasumber yang Bermakna
Bukan sekadar formalitas — kutipan yang kuat membuat berita hidup

Kutipan dari CEO, Direktur, atau tokoh relevan memberi dimensi manusiawi dan perspektif unik yang tidak bisa digantikan oleh fakta biasa. Namun banyak press release menyia-nyiakan kesempatan ini dengan kutipan klise seperti "Kami sangat senang dengan peluncuran ini."

Kutipan yang baik mengungkapkan: visi jangka panjang, insight tentang masalah yang diselesaikan, atau perspektif unik yang tidak ada di paragraf lain. Ini yang membuat jurnalis tertarik mengutip langsung dalam artikelnya.

✅ Kutipan yang berisi visi

"Kami tidak sekadar membangun aplikasi — kami ingin membuktikan bahwa petani kecil di pelosok Indonesia bisa mendapat harga yang sama adilnya dengan petani di kota besar," ujar Budi, CEO AgriConnect.

💬 Kutipan kuat = lebih sering dikutip langsung
7
Jaga Panjang Ideal: 400–600 Kata
Cukup informatif, tidak membuang waktu redaksi

Redaksi media sibuk. Press release yang terlalu panjang (lebih dari 800 kata) jarang dibaca tuntas. Yang terlalu pendek (di bawah 300 kata) dianggap kurang informatif. Zona ideal adalah 400–600 kata — cukup untuk menyampaikan semua fakta penting tanpa membuang waktu editor.

Gunakan teknik piramida terbalik: informasi terpenting di atas, detail pendukung di tengah, latar belakang di bawah. Sehingga meski dipotong dari bawah, inti berita tetap tersampaikan.

📝 Panjang optimal meningkatkan peluang tayang 40%
8
Pilih Media yang Relevan dengan Industri Anda
Relevansi lebih penting dari jumlah media

Press release produk kecantikan yang dikirim ke media teknologi kemungkinan besar akan diabaikan. Relevansi antara isi press release dan audiens media adalah faktor krusial yang menentukan apakah redaksi akan menerbitkannya.

Sebelum distribusi, identifikasi: siapa pembaca media tersebut, apakah mereka adalah target pasar Anda, dan apakah topik press release Anda pernah atau sering diliput media tersebut sebelumnya. Kualitas match jauh lebih penting dari kuantitas media.

🎯 Relevansi media = peluang tayang 3x lebih tinggi
9
Kirim di Waktu yang Tepat
Timing yang salah bisa mengurangi peluang tayang meski kontennya bagus

Waktu pengiriman press release mempengaruhi seberapa besar perhatian yang diberikan redaksi. Selasa–Kamis pukul 08.00–10.00 WIB adalah waktu optimal — redaksi aktif, belum terlalu sibuk dengan agenda harian, dan ada waktu cukup untuk memproses sebelum deadline siang.

Hindari: Senin pagi (redaksi rapat mingguan), Jumat sore dan akhir pekan (banyak media yang tidak aktif), hari libur nasional, dan saat ada berita besar yang mendominasi (bencana, pemilu, dll) karena press release Anda akan tenggelam.

⏰ Timing yang tepat meningkatkan open rate email 25%
10
Sertakan Foto atau Visual Berkualitas Tinggi
Media visual meningkatkan peluang tayang secara signifikan

Media online sangat membutuhkan gambar untuk setiap artikel yang diterbitkan. Press release yang disertai foto resolusi tinggi (minimal 1200×800 pixel), infografis, atau screenshot produk memiliki peluang tayang jauh lebih tinggi dibanding yang tidak menyertakan visual sama sekali.

Pastikan foto yang Anda sertakan: bebas hak cipta (milik perusahaan sendiri), relevan dengan isi berita, resolusi tinggi, dan memiliki caption yang informatif. Foto produk, foto tim, atau foto event yang autentik bekerja paling baik.

📸 Press release dengan foto: 65% lebih sering diterbitkan

Checklist: 10 Hal yang Harus Dipastikan Sebelum Kirim

Sebelum mendistribusikan press release Anda, pastikan semua poin berikut sudah terpenuhi:

  • Ditulis dalam gaya jurnalistik, bukan gaya pemasaran
  • Ada nilai berita yang jelas dan relevan bagi pembaca media
  • Judul maksimal 10–12 kata, langsung ke inti, menggunakan kata kerja aktif
  • Lead paragraph menjawab 5W+1H dalam 2–3 kalimat
  • Ada minimal satu data atau angka konkret yang mendukung klaim
  • Ada kutipan narasumber yang berisi perspektif atau visi unik
  • Panjang 400–600 kata, menggunakan format piramida terbalik
  • Didistribusikan ke media yang relevan dengan industri dan target pasar
  • Dikirim di waktu optimal (Selasa–Kamis pagi)
  • Disertai foto atau visual berkualitas tinggi
✅ Tidak Ingin Repot Mengurus Sendiri?

Tim jasapressrelease.co.id menangani semua hal di atas untuk Anda — dari penulisan sesuai standar jurnalistik, pemilihan media yang relevan, timing distribusi yang tepat, hingga laporan URL tayang yang terverifikasi. Mulai dari Rp300.000.

FAQ Seputar Tips Press Release

Kenapa press release saya sering ditolak redaksi?
Penyebab paling umum: terlalu promosional (seperti iklan, bukan berita), tidak memiliki nilai berita yang jelas bagi pembaca media tersebut, judul yang membingungkan atau terlalu panjang, atau format yang tidak mengikuti standar jurnalistik. Baca ulang press release Anda dengan sudut pandang jurnalis — apakah ini berita yang layak dibaca publik, atau iklan yang menyamar sebagai berita?
Apakah saya harus menulis press release sendiri?
Tidak harus. Jika Anda tidak memiliki latar belakang jurnalistik, menggunakan jasa penulisan press release profesional jauh lebih efektif. Press release yang ditulis tidak sesuai standar editorial hampir pasti akan ditolak, berapa pun media yang Anda hubungi. Jasa press release seperti jasapressrelease.co.id sudah termasuk penulisan oleh editor profesional.
Berapa lama proses dari kirim hingga artikel tayang?
Jika menggunakan jasa distribusi profesional, artikel bisa tayang dalam 1x24 jam setelah naskah disetujui. Jika mengirim langsung ke redaksi, prosesnya bisa 3–7 hari kerja — bahkan lebih lama jika redaksi sedang sibuk dengan berita besar lainnya.
Apakah semua media menerima press release dari bisnis manapun?
Tidak. Setiap media memiliki standar editorial dan segmen pembaca yang berbeda. Media bisnis seperti Bisnis.com lebih terbuka pada press release korporat dan startup. Media teknologi lebih tertarik pada inovasi produk digital. Penting untuk mencocokkan topik press release dengan fokus editorial media tujuan.

Tidak Mau Repot Mengurus Press Release Sendiri?

Serahkan ke tim kami. Penulisan profesional + distribusi ke 100+ media nasional dalam 1x24 jam. Semua tips di atas sudah kami terapkan otomatis di setiap press release klien.

Dewi Pratiwi, S.I.Kom.
DP
Dewi Pratiwi, S.I.Kom.
Chief Editor & PR Strategist · jasapressrelease.co.id
🎓 Lulusan Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran (UNPAD)
✓ Penulis Terverifikasi

Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran (UNPAD) dengan pengalaman 8 tahun di industri media dan public relations. Telah membantu 500+ bisnis Indonesia membangun reputasi dan meningkatkan visibilitas digital melalui strategi press release yang terukur.

Artikel Terkait